Pengembangan Sensor Gas Hidrogen Sulfida Berbasis Reagen Kering Timbal Asetat
by Skripsi Pendidikan on May 2, 2010
in Skripsi Pendidikan Kimia
Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Pendidikan Kimia dengan Judul : Pengembangan Sensor Gas Hidrogen Sulfida Berbasis Reagen Kering Timbal Asetat
Gas H2S merupakan produk dari reaksi asam dengan sulfida logam, dengan tingkat toksisitas yang tinggi. Untuk mengetahui keberadaaan serta kadar gas H2S di alam, salah satu caranya dapat dilakukan dengan melakukan monitoring udara, yang diawali dengan pendeteksian (pensensoran) dan dilanjutkan dengan penentuan kadarnya. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ilmuwan kimia telah berhasil mengembangkan beberapa metode yang praktis dan sederhana, untuk mendeteksi keberadaan gas H2S baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Contoh praktis yang telah berhasil dikembangkan adalah mendeteksi kadar H2S dengan memanfaatkan sistem reaksi oksidasi-reduksi melalui titrasi iod secara langsung hingga tercapai titik ekivalen dari kedua senyawa.
Determinasi Gas H2s secara Optik Menggunakan Reagen Kering Timbal Asetat dengan Teknik Sol-Gel
by Skripsi Pendidikan on May 2, 2010
in Skripsi Pendidikan Kimia
Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Pendidikan Kimia dengan Judul : Determinasi Gas H2s secara Optik Menggunakan Reagen Kering Timbal Asetat dengan Teknik Sol-Gel
Pencemaran udara dapat diartikan berubahnya salah satu komposisi udara dari keadaan normalnya, dalam jumlah tertentu untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga akan mengganggu kehidupan manusia, hewan, dan tanaman. Sejalan dengan perkembangan industri pada daerah perkotaan, kesetimbangan komposisi udara terganggu bahkan komposisinya berubah yaitu dengan masuknya zat-zat pencemar seperti polutan. Gas H2S merupakan salah satu polutan udara yang bersifat toksik (Manahan, 1994). Oleh karena itu perlu suatu cara untuk memonitor kadar gas H2S di udara. Teknik yang sudah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir ini untuk mendeteksi gas H2S adalah teknik sensor. Teknik sensor ini memanfaatkan sifat sensitifitas dari suatu reagen yang diimmobilisasi pada matrik pendukung terhadap analit. Ada beberapa metode yang dikembangkan antara lain: mendeteksi hidrogen sulfida secara sensor optik melalui serat optik menggunakan kertas yang diimpregnasi dengan timbal asetat (Narayanaswamy, 1988). Metode lain yaitu analisa secara kualitatif dimana teknik imobilisasi dilakukan secara fisika yaitu mengkapsulasi timbal asetat pada nafion dan chitosan yang diimpregnasi pada kertas (kertas filter) (Kuswandi, 1999). Fang, G. et.al (2000) mendeteksi sifat H2S
pada temperatur kamar dan mekanisme sol-gel film tipis CeO2-SnO2.
